Senin, Oktober 22tahukahkamu.net |

Cerita, Manfaat Serta Kedudukan Memelihara Kucing Dalam Islam

Tahukahkamu.net – Siapa tak kenal dengan jenis hewan yang satu ini. Yaa, selain perawakannya yang lucu, dan menggemaskan Kucing juga merupakan hewan yang sangat dicintai oleh Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam.

Mulai dari dahulu kala dalam perkembangan sejarah Islam, kucing telah menjadi teman sejati ummat muslim saat itu. Cerita ini pun menyangkut kesayangan baginda terhadap hewan satu ini. Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam memiliki seekor kucing yang diberi nama Muezza. Kecintaan beliau terhadapnya digambarkan dalam sebuah riwayat, manakala Rasulullah hendak bepergian untuk menunaikan Shalat Fardhu, didapatinya Muezza berbaring diatas jubah. Dengan maksud tak ingin mengganggunya tidur, Beliau memotong bagian lengan yang ditiduri oleh hewan tersebut.

Gambar : Kompas.com

Selain dari itu, Rasulullah sering kali menggendong peliharaannya tersebut bahkan saat menerima tamu sekaligus. Muezza selalu berada di paha Rasulullah sambil mengelusnya. Yang membuatnya sayang kepada Muezza adalah setiap adzan berkumandang, Muezza selalu mengeong mengikuti lantunan panggilan adzan.

Rasulullah juga berpesan, hendaklah orang-orang menyanyangi kucing seperti keluarga sendiri. Dan jika saja melakukan kejahatan kepada hewan imut ini, ganjarannya pun tak main-main.

Dalam hadist riwayat Ibnu Umar RA, Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat, dan tidak diberi makan. Dan bahkan tidak diperkenankan makan serangga-serangga yang ada di dunia.

BACA JUGA:  Di Jepang Banyak Orang Yang Mati Karena Terlalu Rajin Bekerja

Selain itu, Kucing tidak dikategorikan sebagai hewan najis. Selain karena tubuhnya yang bersih, liurnya pun dianggap masih suci. Berbagai sumber penelitian menyimpulkan kucing tak memiliki kuman, dan microba. Liurnya pun bersih dan membersihkan. Hal ini juga diterangkan dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah.

“Aku (Aisyah) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu dari satu bejana yang sebelumnya telah dijilat kucing”.

Dalam beberapa penelitian ilmiah juga membenarkan hal tersebut. Lidah kucing dianggap sebagai alat pembersih kuman dikarenakan permukaan lidah yang kasar yang juga mampu membuang bulu-bulu mati yang melekat dibadannya.

Begitupun dengan tubuhnya, beberapa peneliti bahkan berulang kali melakukan percobaan penelitian untuk memastikan apa benar tubuh kucing kaki, dan kulitnya terhinggap banyak kuman?. Ternyata tak satupun kuman ditemukan. Kecuali kuman yang masuk dalam kategori jenis biasa yang dimiliki juga oleh manusia dengan jumlah yang sangat terbatas seperti Enterobacter, Streptococcus, dan Taphylococcus.

Hal serupa juga pernah diriwayatkan Dawud bin Shalih At-Tammar. Kala itu Budaknya memberikan semangkuk bubur kepada Aisyah RA untuk dimakan. Namun tatkala sudah sampai kerumahnya, Aisyah RA masih melaksanakan shalat. Bubur yang dibawa budak tersebut ditaruhnya. Datang seekor kucing, dan menyantap bubur tersebut.

Namun apa tindakan Aisyah R.A?, Dia membersihkan sisa bagian yang disentuh oleh kucing, dan menyantapnya. Ia mengganggap bubur itu tidak meninggalkan satupun kuman, dan najis. Seperti yang Sabda Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam : “Ia tidak najis. Kucing adalah hewan yang berkeliling”. Dan Aisyah pernah menyaksikan Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam berwudhu dari sisa jilatan kucing.”

BACA JUGA:  Sering Alami Penyakit Ini Tanda Tubuhmu Penuh Racun

Sudah jelaskan bagaiaman Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam memuliakan hewan ini?. Mungkin inilah penyebab beliau sangat sayang kepada ciptaan Allah Subhanahu Waata’ala.

Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *