Selasa, Desember 11tahukahkamu.net |

Mengenal Tradisi “Erang-Erang” Suku Bugis-Makassar

Tahukahkamu.net – Tentu bukan hal yang tabuh bagi penduduk Sulawesi Selatan tentang istilah “Erang-Erang”. Salah satu prosesi adat pernikahan yang dianggap sakral ini punya kisah yang sangat menarik untuk disimak.

Erang-erang adalah kumpulan berbagai bahan pokok primer, dan sekunder bagi mempelai perempuan dari pihak lelaki. Isinya pun beraneka ragam seperti Pakaian, Alat Mandi, Sendal, Sepatu, Beras, Kue, dan lain sebagainya. Secara visual, hal ini digambarankan agar pihak mempelai Pria tahu akan tanggung jawabnya kepada istri, dan kebutuhan rumah tangganya dikemudian hari.

Contoh Erang-erang

Namun ada yang menarik dari prosesi ini. Menurut sumber yang dihimpun Tahukahkamu.net, ternyata Erang-erang terbagi atas dua jenis derajat keturunan sosial. Pertama Erang-erang keturunan bangsawan, dan kedua yakni keturunan kelas menengah kebawah.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah Erang-erang yang dibawa kerumah/kediaman mempelai Wanita. Jika status Pria berketurunan darah biru yang menandakan Andi, Karaeng, Petta,dan sebagainya, maka yang diwajibkan adalah 24 Jenis Erang-erang. Diantaranya 12 jenis kue (Bosara’), dan 12 kebutuhan pokok perempuan seperti yang dijelaskan diatas. Lain halnya yang bukan keturunan darah biru. Hanya di peruntukkan 12 Jenis Erang-erang termasuk Kue (Bosara’).

Perempuan Bugis

Namun seiring berkembangnya waktu, adat ini sudah mulai tergerus, dan keluar dari nilai estetika budaya itu sendiri. Hal ini dikarenakan Erang-erang yang notabenenya menggambarkan drajat sosial seseorang. Jelas ini akan menjadi masalah tersendiri bagi orang-orang yang tak ingin dipandang sebelah mata.

Bagikan!
BACA JUGA:  Waspada..! Ini Yang Terjadi Jika Kamu Tidur Lebih Dari 9 Jam Sehari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *