Senin, Oktober 22tahukahkamu.net |

Mengintip Kisah, Asal-Usul Daging Berkuah Rempah Yang Bernama Coto

Tahukahkamu.net – Siapa tak kenal dengan makanan satu ini. Makanan tradisional khas Sulawesi selatan ini tentu menjadi incaran wisatawan yang bertandang ke Kota Makassar. Karena rasanya yang enak, dan khas. Orang-orang yang menyantapnya pun lupa sejarah, dan asal-usul makanan ini. Saking enaknya.

Tim Tahukahkamu.net mengunjungi salah satu warung coto yang ada di Makassar sambil mengicip-icip kuah kental, dan dagingnya yang empuk. Menurut Si Pemilik, warungnya ini sudah lama berdiri, dan turun temurun.

Karena saking lamanya berdiri, dan menjadi warung coto pertama yang hadir di Makassar, rasa penasaran Tim Tahukahkamu.net terpacu. Hal yang paling membuat kami penasaran adalah sejarah makanan kuah kental ini.

Sang pemilik yang tak ingin disebutkan namanya mulai menceritakan kisah awal mula coto ini hadir sebagai makanan. isian Coto yang sebenarnya merupakan makanan yang terdiri dari berbagai kumpulan jeroan sapi, seperti usus, lidah, hati, dan sebagainya. Berbeda dengan yang biasa kita temukan saat ini. Mayoritas dalam mangkuk coto sudah berisi daging. Bukan lagi jeroan.

Menurut penuturan sang pemilik, Coto hanyalah makanan rakyat biasa, dan bukan makanan Raja atau Keluarga Kerajaan. Hal ini bisa dinilai dari isiannya. Dikarenakan Raja hanya mengkonsumsi yang berkualitas saja seperti daging, dan sisa jeroannya untuk para prajurit untuk menghilangkan rasa lapar saat sebelum. dan setelah berperang.

BACA JUGA:  Kenali kebiasaan Pasanganmu Ketika Berbohong

Namun masih ada sebagian yang tidak mempercayai cerita ini, dikarenakan hadirnya Coto jauh sebelum Islam berdiri. Raja-Raja pada saat itu sudah memeluk islam jauh sebelum makanan ini hadir. Sang pemimpin-Pemimpin yang berkuasa di seluk beluk dataran Sulsel ini terkenal ramah, dan bijaksana terhadap rakyatnya. Dan sering membantu rakyat miskin. Hal itu dia peroleh dari latar belakang Islam yang mereka yakini sebagai Rahmatan Lil Alamin. Allhu A’lam Bissawabh.

Nah seiring berkembangnya zaman, akhirnya coto sudah menjadi salah satu wisata kuliner yang diincar oleh wisatawan domestik, dan mancanegara. Raja-Raja dahulu yang tercatat di Makassar dan Sulawesi Selatan sudah mengenal islam sebagai agama Rahmatan lil alamin, dan diperintahkan untuk saling membantu sesama manusia.

Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *