Selasa, Desember 11tahukahkamu.net |

Minum Susu Istri, Benarkah Berstatus Anak Sang Istri?

Tahukahkamu.net – Minum Susu Istri, Benarkah Berstatus Anak Sang Istri? – Dalam Islam, mencumbui Istri adalah wajib, dan bahkan mendatangkan pahala. Dalam beberapa artikel islami pun menyebutkan perlunya merangsang bagian-bagian tertentu untuk meningkatkan gairah sang pasangan. Seperti halnya “bermain-main” dengan payudara sang istri.

Namun yang menjadi persoalan dasar dari ini adalah ketika sang Istri sedang dalam masa menyusui, sehingga saat melakukan hubungan intim, air susu dari payudara terminum oleh Suami meski dalam keadaan sadar, maupun tak sadar. Nah, bagaimana tanggapan Islam menyikapi hal tersebut?.

Minum Susu Istri, Benarkah Berstatus Anak Sang Istri?
Minum Susu Istri, Benarkah Berstatus Anak Sang Istri?

Sering kali tersirat kabar, Suami yang meminum Air Susu Istrinya dianggap se-mahrom, atau bersaudara dengan anaknya sendiri. Rupanya, hal tersebut sangatlah keliru. Dalam riwayat hadist Daruquthni dari Ibnu Abbas, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan :

“Tidak ada rodho’ (susuan), kecuali diantara usia dua tahun”

Maksudnya adalah, seseorang dianggap saudara sesusuan ketika umurnya masih dibawah 2 tahun, selebihnya itu terlepas dari penjelasan yang ada diatas. Sehingga demikian jika suami tak sengaja atau pun sengaja menelan air susu istri, tidak diharamkan dirinya untuk berhubungan secara biologis kepada Istri.

Mencium, menyedot puting susu istri, bahkan memainkan kemaluan diantaranya serasa untuk berbagi kenikmatan, maka hal tersebut tidaklah dilarang. Abu Yusuf pernah berkata kepada Abu Hanifah tentang hal ini, dan Ia mengatakan :

Boleh saja, dan Aku berharap hal itu dapat menambah pahala yang merupakan investasi baginya : (Roddul Mukhtar juz 26 hal 388)

Bagikan!
BACA JUGA:  Ponsel Murah Dengan Model Terbaik 2018, Apa Sih Keunggulannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *