Senin, Oktober 22tahukahkamu.net |

Peran Cicak Kepada Ibrahim As dan Dianjurkan Untuk Dibunuh

Tahukahkamu.net – Dalam kajian Al Asbah An Nazhoir, dikelompokkannya 4 macam binatang dalam Islam. Yang pertama, Binatang yang bisa dikonsumsi dalam syariat Islam. Kedua, Binatang yang wajib dibunuh karena mendatangkan penyakit, dan tidak bermanfaat. Ketiga, mengandung manfaat bagi tubuh, namun tetap berbahaya bagi Manusia maka tak dianjurkan, dan tidak dimakruhkan untuk dibunuh. Keempat, Binatang yang tidak haram, dan tidak juga dianjurkan untuk dibunuh.

Pada empat kelompok binatang tersebut, rupanya Cicak termasuk kategori yang kedua, karena sifatnya yang mendatangkan penyakit, dan sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi Manusia.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah penelitian, dimana Cicak adalah hewan yang salah satunya banyak mendatangkan penyakit, mampu meracuni makanan, Diantaranya, hewan berukuran kecil ini mengandung banyak bakteri seperti Escherichia Coli atau E Coli.

Bankteri Escherichia Coli ini bisa membuat seseorang sakit perut. Hal ini terdapat pada bagian besar kotorannya. Bahkan Prof Wood menjelaskan, kotoran cicak bisa saja melelehkan plastik, atau bahkan layar hape sekalipun.

Nah bagaimana dengan peran cicak pada jaman Nabi Ibrahim As?. Rupanya para Nabi punya alasan tersendiri mengapa hewan ini halal untuk dibunuh. Dihimpun dari Dalamislam.com, saat Nabi Ibrahim dilempar kedalam api, ada dua ekor binatang yang turut berperan dalam eksekusi tersebut yaitu Semut, dan Cicak.

Singkat cerita, Semut bersusah payah memadamkan api dengan beberapa bulir dimulutnya, sedangkan Cicak hanya berdiam diri saja. Hal tersebut disikapi oleh Syekh Utsaimin yang menyebutkan, Cicak adalah hewan yang memusuhi dakwah, memusuhi ahli tauhid, dan memusuhi keikhlasan para pejuang (Syarah Riyadhus Shalihin).

BACA JUGA:  5 Zodiak Ini Konon Paling Setia, Loh!

Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam juga memerintahkan untuk membunuh Cicak, hal ini tertuang dalam sabdanya yang berbunyi

“Barangsiapa yang membunuh seekor cicak dengan satu pukulan dicatat baginya seratus kebaikan, dalam dua pukulan pahalanya kurang dari itu, dalam tiga pukulan pahalanya kurang dari itu.” (HR. Muslim).

Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *